Inspirasi dari Iklan Apple: Think Different

Salah satu kampanye periklanan paling berpengaruh di dunia, "Think Different" adalah slogan yang diusung Apple Computer pada 1997 dan sukses mengangkat kembali posisi Apple sebagai raksasa teknologi dunia.

"Think Different" bermula ketika Steve Jobs menginginkan sebuah kampanye periklanan yang merefleksikan filosofi yang hendak dibangunnya kembali di perusahaan yang saat itu tengah terpuruk setelah mengalami berbagai kegagalan, antara lain pada proyek Apple Newton yang menghabiskan miliaran dollar.

Frasa "think different" dicetuskan oleh Craig Tanimoto, art director di TBWA Chiat/Day, biro iklan Los Angeles yang disewa Apple. Naskah iklan ditulis oleh Rob Siltanen dan Ken Segall. Komposisi musik digarap oleh Chip Jenkins.

Versi iklan Apple "Think Different" dengan durasi satu menit di televisi menampilkan footage hitam-putih dari tokoh-tokoh bersejarah abad 20: Albert Einstein, Bob Dylan, Martin Luther King, Jr., Richard Branson, John Lennon (bersama Yoko Ono), Buckminster Fuller, Thomas Edison, Muhammad Ali, Ted Turner, Maria Callas, Mahatma Gandhi, Amelia Earhart, Alfred Hitchcock, Martha Graham, Jim Henson (bersama boneka kodok Kermit), Frank Lloyd Wright, dan Pablo Picasso.


Narasi dari naskah iklan yang inspiratif itu dibawakan oleh Richard Dreyfuss: "Here's to the crazy ones. The misfits. The rebels. The troublemakers. The round pegs in the square holes. The ones who see things differently. They're not fond of rules. And they have no respect for the status quo. You can quote them, disagree with them, glorify or vilify them. About the only thing you can't do is ignore them. Because they change things. They push the human race forward. And while some may see them as the crazy ones, we see genius. Because the people who are crazy enough to think they can change the world, are the ones who do."

Artinya (kurang lebih): "Inilah mereka yang gila. Ganjil. Para pemberontak. Para pengacau. Putaran pasak dalam lubang persegi. Orang-orang yang melihat sesuatu secara berbeda. Mereka tidak menyukai aturan. Dan mereka tidak menghormati kemapanan. Anda dapat mengutip mereka, tidak setuju dengan mereka, memuliakan atau memfitnah mereka. Namun satu-satunya hal yang tidak dapat Anda lakukan adalah mengabaikan mereka. Karena mereka mengubah keadaan. Mereka mendorong umat manusia maju ke depan. Dan sementara sebagian orang mungkin melihat mereka sebagai orang-orang gila, kita melihat para jenius. Karena orang-orang yang cukup gila untuk berpikir bahwa mereka dapat mengubah dunia, adalah orang-orang yang melakukannya."

Komentar